Sekarang pemerintah sudah menetapkan 20% alokasi anggaran buat pendidikan didalam APBN, seperti pidato SBY yang lalu.
Dengan besaran anggaran tersebut diharapkan alokasi ke sasaran bisa tepat, bisa buat bangun sekolah sekolah baru, untuk pengadaan buku buku ditempat terpencil , menaikkan standard hidup guru guru dan juga meningkatkan kualitas mutu pendidikan secara keseluruhan.
Harusnya dana sebesar itu juga jangan dikorupsi dan disalahgunakan untuk kepentingan kampanye partai misalnya (kan sebentar lagi mau pemilu).
Pengawas dijajaran pemerintahan harusnya mengawasi secara ketat penggunaanya dan juga harus merata sebarannya.
Jangan sampai sekolah negeri yang justru dekat ibukota malah gak terurus dan lupa diremajakan.
Sebaliknya, ditempat terpencil juga disediakan sekolah yang layak dengan sarana pendidikan yang cukup canggih, dengan komputer dan laboraturium mini, misalnya.
Banyak berita dikoran dan TV yang menayangkan sekolah rusak, perangkat yang tua, sering kebanjiran dan lokasi sekolah yang jauh dari perumahan (biasanya banyak ditemui di pedalaman Papua atau Kalimantan).
Semoga dengan adanya anggaran ini, mutu dan level pendidikan kita semakin meningkat dan anak anak bangsa ini bisa memajukan negerinya menjadi lebih baik (sekali lagi tanpa korupsi tentunya).
Thursday, September 11, 2008
Tuesday, September 09, 2008
Pesugihan nikah dengan Ratu Jin
Baru baru ini saya ada ngobrol dengan teman dan dia cerita mengenai pesugihan yang bisa bikin penganutnya jadi kaya raya mendadak.
Dia bilang, ada sebuah tempat (katanya sih di sebuah gua) di sekitaran Garut yang jadi tempat untuk mencari harta secara gaib.
Ada tiga jalur cara yang bisa dipilih, dengan menyatu dengan ular siluman, dengan buaya atau nikah dengan Ratu Jin.
Dari ketiga cara tersebut diatas, yang sering dipilih adalah yang dengan Ratu Jin itu.
Syarat dasarnya, kalau pria tersebut sudah kimpoi, harus minta izin dulu dari istrinya, kalau masih bujangan, bisa minta izin ortunya.
Kalau sudah disetujui oleh kerabat dekatnya, yang tinggal sekarang adalah syarat syarat fisik yang harus ada dan itu biasanya sudah jadi urusan kuncennya.
Seperti pernikahan pada umumnya, harus ada wali, saksi dan juga penghulunya (yang ini bisa dilakukan oleh kuncennya).
Setelah upacara pernikahan, seperti biasanya, si pengantin pria akan disuruh pulang dan menunggu berita, kapan si ratu akan datang.
Perwujudan dari ratu tersebut, konon kabarnya menyerupai wanita yang sangat sangat cantik dan sempurna.
Si pengantin pria harus menyiapkan kamar khusus dan biasa dipertemukan oleh sang ratu tiap malam Jumat Kliwon atau tanggal/hari2 tertentu saja.
Biasanya, setelah pertemuan barulah ada penampakan harta dalam bentuk emas atau uang yang biasanya akan muncul secara gaib ditempat yang sudah disiapkan didalam kamar khusus tersebut.
Pantangannya, si suami tidak boleh main perempuan & gak boleh kimpoi lagi, cukup dengan si istri yang sudah ada sekarang dan juga dengan sang ratu itu sendiri.
Kalaupun kekhilafan terjadi, si pria akan dihukum atau kalau terlalu berat pelanggarannya, bisa dibawa orang itu ke alamnya.
Banyak pengikut disekitar Jawa Barat yang malah justru naik haji dari uang hasil pesugihan ini dan juga menyumbang mesjid, padahal pekerjaan sehari harinya hanya ala kadarnya saja.
Ini hanya sekedar cerita dengan tujuan menambah wawasan saja, selebihnya hanya pembaca yang menilai baik buruknya cara cara tersebut.
Terimakasih...........
Dia bilang, ada sebuah tempat (katanya sih di sebuah gua) di sekitaran Garut yang jadi tempat untuk mencari harta secara gaib.
Ada tiga jalur cara yang bisa dipilih, dengan menyatu dengan ular siluman, dengan buaya atau nikah dengan Ratu Jin.
Dari ketiga cara tersebut diatas, yang sering dipilih adalah yang dengan Ratu Jin itu.
Syarat dasarnya, kalau pria tersebut sudah kimpoi, harus minta izin dulu dari istrinya, kalau masih bujangan, bisa minta izin ortunya.
Kalau sudah disetujui oleh kerabat dekatnya, yang tinggal sekarang adalah syarat syarat fisik yang harus ada dan itu biasanya sudah jadi urusan kuncennya.
Seperti pernikahan pada umumnya, harus ada wali, saksi dan juga penghulunya (yang ini bisa dilakukan oleh kuncennya).
Setelah upacara pernikahan, seperti biasanya, si pengantin pria akan disuruh pulang dan menunggu berita, kapan si ratu akan datang.
Perwujudan dari ratu tersebut, konon kabarnya menyerupai wanita yang sangat sangat cantik dan sempurna.
Si pengantin pria harus menyiapkan kamar khusus dan biasa dipertemukan oleh sang ratu tiap malam Jumat Kliwon atau tanggal/hari2 tertentu saja.
Biasanya, setelah pertemuan barulah ada penampakan harta dalam bentuk emas atau uang yang biasanya akan muncul secara gaib ditempat yang sudah disiapkan didalam kamar khusus tersebut.
Pantangannya, si suami tidak boleh main perempuan & gak boleh kimpoi lagi, cukup dengan si istri yang sudah ada sekarang dan juga dengan sang ratu itu sendiri.
Kalaupun kekhilafan terjadi, si pria akan dihukum atau kalau terlalu berat pelanggarannya, bisa dibawa orang itu ke alamnya.
Banyak pengikut disekitar Jawa Barat yang malah justru naik haji dari uang hasil pesugihan ini dan juga menyumbang mesjid, padahal pekerjaan sehari harinya hanya ala kadarnya saja.
Ini hanya sekedar cerita dengan tujuan menambah wawasan saja, selebihnya hanya pembaca yang menilai baik buruknya cara cara tersebut.
Terimakasih...........
Negeri Seribu Demo
Setiap pagi sebelum berangkat kerja, pasti saya lihat TV dengan berita paginya.
Kalau dicermati pasti ada saja berita tentang demo atau aksi unjuk rasa dari sekelompok orang yang enggak puas.
Ada yang demo harga sembako, gas dan bbm yang semakin naik, ada demo rektor yang terpilih tapi bikin gak puas mahasiswanya, lalu ada juga unjuk rasa pengikut partai tertentu yang calegnya gak masuk nomor urut cantik, pokoknya beragam apalagi sekarang ketika musim pilkada yang punya banyak masalah itu.
Bingung, kok banyak banget sih rasa ketidakpuasan itu berkumpul dan jadi massal dalam bentuk unjuk rasa, apa semua harus dipecahkan dengan gaya garang, mata melotot disiang hari yang panas dan spanduk bernada provokasi.
Cobalah untuk mundur sejenak, melihat akar permasalahan dan utamakan dialog damai.
Tapi sekali lagi, itu semua tergantung dari orang orangnya juga, masih mau gak mereka cari solusi damai dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Ok, sebagai penutup, tulisan ini sebenarnya bukan untuk memberi solusi, tapi hanya curhatan hati yang miris melihat segitu banyaknya unjuk rasa akhir akhir ini.
Memang banyak yang gak puas dengan cara pemerintahan sekarang, korupsi yang jadi budaya dan juga kemiskinan yang terus ada.
Tapi kalau hidup harus terus diisi dengan unjuk rasa, lalu kapan kita bisa maju, kapan kerja kerasnya, sambil berusaha merubah hidup menjadi lebih baik dan baik lagi...
Semuanya berpulang kepada kita,, semuanya...baik dia sebagai rakyat jelata, pejabat negara, pelajar, politikus dan semua golongan penduduk, harus bahu membahu bikin negeri ini maju ... Setuju kan ???
Kalau dicermati pasti ada saja berita tentang demo atau aksi unjuk rasa dari sekelompok orang yang enggak puas.
Ada yang demo harga sembako, gas dan bbm yang semakin naik, ada demo rektor yang terpilih tapi bikin gak puas mahasiswanya, lalu ada juga unjuk rasa pengikut partai tertentu yang calegnya gak masuk nomor urut cantik, pokoknya beragam apalagi sekarang ketika musim pilkada yang punya banyak masalah itu.
Bingung, kok banyak banget sih rasa ketidakpuasan itu berkumpul dan jadi massal dalam bentuk unjuk rasa, apa semua harus dipecahkan dengan gaya garang, mata melotot disiang hari yang panas dan spanduk bernada provokasi.
Cobalah untuk mundur sejenak, melihat akar permasalahan dan utamakan dialog damai.
Tapi sekali lagi, itu semua tergantung dari orang orangnya juga, masih mau gak mereka cari solusi damai dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Ok, sebagai penutup, tulisan ini sebenarnya bukan untuk memberi solusi, tapi hanya curhatan hati yang miris melihat segitu banyaknya unjuk rasa akhir akhir ini.
Memang banyak yang gak puas dengan cara pemerintahan sekarang, korupsi yang jadi budaya dan juga kemiskinan yang terus ada.
Tapi kalau hidup harus terus diisi dengan unjuk rasa, lalu kapan kita bisa maju, kapan kerja kerasnya, sambil berusaha merubah hidup menjadi lebih baik dan baik lagi...
Semuanya berpulang kepada kita,, semuanya...baik dia sebagai rakyat jelata, pejabat negara, pelajar, politikus dan semua golongan penduduk, harus bahu membahu bikin negeri ini maju ... Setuju kan ???
Subscribe to:
Posts (Atom)
